bogortraffic.com, BOGOR – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menegaskan tidak ingin berspekulasi terkait kerusakan plafon Masjid Agung. Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah melakukan tindak lanjut dengan memeriksa dan memperbaiki kerusakan tersebut.
“Yang terpenting diperbaiki. Saat ini saya belum tahu mengenai teknis kerusakannya di Masjid Agung. Kalau memang pipa atau apapun itu harus diganti, maka diganti,” ujar Hery pada Senin (5/8/2024).
Hery mengingatkan agar tidak langsung menyimpulkan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh kesalahan konstruksi. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk kejadian alam yang tidak terduga.
“Jangan kalau setiap ada kerusakan lalu karena ada kesalahan konstruksi, nggak juga,” katanya.
Ia menyarankan agar menunggu hasil pemeriksaan dari PUPR untuk mengetahui apakah kerusakan tersebut disebabkan oleh kesalahan konstruksi atau faktor lain. “Saya pikir dengan curah hujan yang luar biasa seperti kemarin, banyak kemungkinan terjadi,” ujarnya.
Menurut Hery, meskipun bangunan telah sesuai standar, kejadian tak terduga seperti bencana alam tetap bisa menyebabkan kerusakan. Oleh karena itu, ia berencana untuk mengevaluasi lebih lanjut jika diperlukan.
“Siapapun pembuat gedungnya tapi kalau karena cuaca kemudian terjadi bencana maka tetap saja akan rusak,” tutupnya.





