Bogor Jadi Kabupaten dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia

Kabupaten Bogor. (Foto: Dok. Istimewa)

bogortraffic.com, BOGOR – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat bahwa Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk terbanyak di tingkat kabupaten/kota per semester I-2024. Jumlah penduduk di Kabupaten Bogor mencapai 5.664.537 jiwa, melampaui jumlah penduduk di beberapa provinsi di Indonesia.

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, mengungkapkan bahwa jumlah penduduk di Kabupaten Bogor lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi-provinsi seperti Papua Selatan yang memiliki 545.861 jiwa, Papua Barat dengan 569.910 jiwa, dan Papua Barat Daya dengan 616.132 jiwa.

Bacaan Lainnya

“Jumlah penduduk tertinggi di tingkat kabupaten/kota adalah Kabupaten Bogor. Ini luar biasa, melampaui beberapa provinsi jumlah penduduknya,” ujar Teguh Setyabudi

Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Bandung dengan 3.773.104 jiwa, disusul oleh Kabupaten Tangerang dengan 3.373.149 jiwa. Teguh menjelaskan bahwa kabupaten-kabupaten ini menunjukkan konsentrasi populasi yang tinggi, sering kali disebabkan oleh faktor urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi.

Sebaliknya, kabupaten dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Supiori dengan 27.159 jiwa, Kabupaten Tana Tidung dengan 29.291 jiwa, dan Kabupaten Kepulauan Seribu dengan 30.414 jiwa.

“Jumlah penduduk kita naik kurang lebih 3,3 juta dalam satu tahun,” tutur Teguh. Selain itu, jumlah kepala keluarga juga mengalami peningkatan dengan rata-rata penambahan sekitar 800.000 kepala keluarga per semester.

Berdasarkan provinsi, Jawa Barat mencatat jumlah penduduk tertinggi dengan total 50.489.208 jiwa, diikuti oleh Jawa Timur dengan 41.714.928 jiwa, dan Jawa Tengah dengan 38.280.887 jiwa.

Dalam hal keragaman agama, mayoritas penduduk beragama Islam dengan persentase mencapai 87,08 persen dari total populasi. Kristen mengikuti dengan jumlah 7,4 persen, sementara Katolik mencakup 3,07 persen.

Agama Hindu berada di posisi selanjutnya dengan total 1,68 persen, dan Buddha mencakup 0,71 persen. Kelompok minoritas lainnya termasuk penganut Kepercayaan dan Khonghucu, masing-masing dengan persentase 0,03 persen.

Berdasarkan status perkawinan, terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki mendominasi kategori belum kawin, sementara perempuan lebih banyak berada dalam status kawin dibandingkan dengan laki-laki.

“Data ini memberikan gambaran mengenai struktur demografis dan dinamika sosial di Indonesia, serta dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan,” ujar Teguh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan